Pandangan Sikap Unit HATI-ITB Mengenai Hari Valentine

10959763_877080685677703_7864631468460861718_n

Setiap 14 Februari, para pemuda-pemudi diarahkan untuk merayakan hari cinta, hari kasih sayang. Hari tersebut dirayakan sebagai suatu perwujudan cinta kasih seseorang. Perwujudan yang bukan hanya untuk sepasang muda-mudi yang sedang jatuh cinta. Namun, hari tersebut memiliki makna yang lebih luas lagi. Di antaranya kasih sayang antara sesama, pasangan suami-istri, orang tua-anak, kakak-adik dan lainnya. Sehingga Valentine’s Day biasa disebut pula dengan hari kasih sayang.
Namun, sebagai seorang muslim yang memepercayai Allah sebagai Pencipta, Muhammad SAW sebagai Rasulullah, dan al-Qur’an sebagai petunjuk. Maka kita harus menimbang Valentine’s Day ini berdasarkan kacamata (ideologi) Islam. Setelah dikaji ternyata Valentine’s Day bukan berasal dari Islam dan erat kaitannya dengan pandangan hidup tertentu yang bertolak belakang dengan Islam. Pada perkembangannya di zaman modern saat ini, perayaan valentine disamarkan dengan dihiasi nama “hari kasih sayang” dengan praktik mengerikan, yang menjadikannya sebagai hari untuk melakukan aktivitas maksiat dengan kehormatan sebagai taruhannya. Ditambah dengan modus bisnis negara Kapitalis.

Berkenaan dengan itu HATI ITB menyatakan:
1. Menolak Perayaan Valentine;s Day karena berasal dari paganisme dan dilanjutkan sebagai ritual Nashrani, mengandung kesyirikan, mendekatkan pada perzinaan dan perbuatan pemborosan. Cinta dan kasih sayang yang diagung-agungkan di hari tersebut adalah sesuatu yang semu yang akan merusak akhlak dan norma-norma agama. Perlu diketahui pula bahwa Valentine’s Day bukan hanya diingkari oleh pemuka Islam melainkan juga oleh agama lainnya. Sebagaimana berita yang kami peroleh dari internet bahwa Valentine’s Day juga diingkari di India yang mayoritas penduduknya beragama Hindu. Alasannya, karena Valentine’s Day dapat merusak tatanan nilai dan norma kehidupan bermasyarakat.
2. Menghimbau mahasiswa muslim ITB untuk tidak ikut-ikutan merayakan hari Valentine, tidak boleh mengucapkan selamat hari Valentine, juga tidak boleh membantu menyemarakkan acara ini dengan jual beli, mengirim kartu, mencetak, dan mensponsori acara tersebut karena ini termasuk tolong menolong dalam dosa dan kemaksiatan. Ingatlah, setiap orang haruslah takut pada kemurkaan Allah Ta’ala.
3. Menghimbau mahasiswa muslim ITB untuk membentengi diri dengan mengkaji Islam secara komperhensif dan ideologis sebagai perwujudan Islam sebagai dasar pijakan kokoh, menjadikannya menjelma dalam seluruh aspek kehidupan, berupaya menegakkannya dan terus mendakwahkannya ke masyarakat.
Hasbunallah wa ni’mal wakiil, ni’mal mawla wa ni’man nashiir.

Bandung, 11 Februari 2015
Ketua Umum HATI ITB
Fauzan Ghilman Anshari
NIM 10212026
Sekretariat : Sunken Court E-08, Kampus ITB, Jl Ganesha No. 10 Bandung
Homepage : hati.unit.itb.ac.id

Pemuda dalam Pergerakan Dakwah Islam

oleh Muhammad Fikri Kawakibi (Aeronautika ITB 2012)

RINGKASAN

Pemuda merupakan kalangan yang memiliki sifat energik, kritis, dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Dengan potensinya yang besar, pemuda dapat membuat perbaikan ataupun kerusakan. Sebagai pemuda yang terpelajar, mahasiswa tidak cukup jika hanya melakukan aktivitas akademik, tetapi juga harus melakukan aktivitas politik dan mampu bersatu dengan semua lapisan masyarakat supaya menghasilkan manfaat yang lebih besar. Aktivitas tersebut terbukti telah berhasil membebaskan Indonesia dari penjajahan fisik di zaman Bung Karno. Pemuda hari ini pun menghadapi penjajahan namun dalam bentuk yang lain, yaitu penjajahan ekonomi oleh para kapitalis, seperti privatisasi sumber daya alam. Untuk menjaga keberlangsungannya, sistem kapitalisme mengarahkan pemuda untuk terbuai dengan dunia hiburan, dan mahasiswa sebagai penjaga nilai dimasukkan ke lingkungan yang nyaman sehingga membutakan mereka dari fakta yang ada pada masyarakat. Karena itu, mahasiswa harus memiliki landasan ideologi yang tajam dalam pergerakannya yang dihasilkan dari proses berpikir yang rasional. Pemikiran yang tepat untuk menggeser sistem kapitalisme adalah Islam, sebuah ideologi yang memiliki solusi yang lengkap bagi setiap masalah. Islam memberikan landasan pemikiran yang tidak sesat, baik, dan diridai, dan metode pergerakan yang lurus. Karena itu, potensi besar yang dimiliki pemuda harus diarahkan kepada pergerakan sesuai dengan metode Islam untuk membangun peradaban yang menerapkan syariat Islam. Pergerakan yang paling utama dalam Islam adalah dakwah, yaitu gerakan yang bersatu dengan seluruh elemen masyarakat untuk menyampaikan pandangan hidup atau akidah Islam.

Continue reading

Kajian Bahasa Arab 29 September 2014

Sebagai pengemban dakwah Islam, kita harus mempersenjatai diri dengan bahasa Arab. Sebab, untuk mengkaji masalah tertentu secara mendalam, kita perlu menilik pendapat para ulama ataupun bahasan yang diuraikan dalam kitab-kitabnya, yang kebanyakan berbahasa arab. Memang kita dapat memperoleh terjemahan kitab tersebut, namun kita perlu ingat bahwa tidak semua kitab berbahasa arab ada terjemahan bahasa Indonesianya.

Nah, berangkat dari latar belakang tersebut, HATI ITB merasa perlu untuk mengadakan kajian bahasa arab.

Kajian bahasa arab ini merupakan program kerja divisi internal sobat. HATI ITB melaksanakan kajian bahasa arab ini setiap hari senin, ba’da isya di Gedung Serba Guna (GSG A) Masjid Salman ITB.

Alhamdulillah, hari senin kemarin HATI ITB sudah mengadakan pertemuan perdana kajian bahasa arabnya sobat. Berikut adalah foto-foto dokumentasi suasana belajarnya.

SuaraHATI edisi September 2014: Perpanjangan Kontrak Karya Freeport

Perpanjangan Kontrak Karya Freeport

oleh: Muhammad Fikri Kawakibi

Menanggapi keputusan Pemerintah Indonesia yang akhirnya memperpanjang kontrak karya PT Freeport Indonesia dari seharusnya berakhir pada 2021 menjadi lebih panjang lagi yakni tahun 2041 (kompas.com, 8/6).reeport merupakan salah satu aset negara yang telah menghasilkan sekian banyak perhiasan, namun pemerintah tidak mampu mengelolanya secara langsung melainkan pihak asinglah yang mengusai. Banyak sekali kebijakan pemerintah yang sangat merugikan bangsa kita sendiri seperti halnya perpanjangan kontrak salah satu sumber tambang yang sangat besar ini.

Perpanjangan kontrak karya PT Freeport Indonesia, bukan sekadar isu ekonomi tapi juga politis. Tidak mengherankan, antar pejabat pemerintah sendiri saling bertentangan. Menteri Koordinator Perekonomian Chairul Tanjung sendiri membantah pernyataan pejabat di Kementerian ESDM soal keputusan pemerintah memperpanjang kontrak karya dengan PT Freeport Indonesia.

Continue reading