Lingkaran Setan Kaderisasi

Bahasa awamnya, kaderisasi itu adalah proses penyiapan generasi penerus. Mau di dalam keluarga, apalagi dalam suatu organisasi, kaderisasi pasti selalu ada. Teorinya, kaderisasi yang baik akan menghasilkan generasi penerus yang baik, yang diharapkan bisa mengkader juga. Dengan proses seperti itu, tumbuhlah organisme yang disebut organisasi itu.

Tapi masalah yang kerap terjadi adalah, tidak semua kaderisasi itu berjalan ideal. Bisa dibilang, kaderisasi adalah proses perkalian rasio-rasio. Misalkan saja x adalah rasio kemahiran generasi n+1 dibanding generasi n, sehingga x = G(n+1)/G(n). Nah jika generasi berikutnya lebih baik dari generasi sebelumnya, maka x akan bernilai lebih dari 1, jika lebih buruk maka x akan bernilai kurang dari 1.

Katakanlah sebuah organisasi ideal mampu mempertahankan rasio x setiap generasi di nilai 1. Maka, profil profesionalitas organisasi tersebut secara umum adalah:

X_{total} = x_1 x_2 x_3 x_4 x_5 = 1

Yang bermakna organisasi tersebut stabil. Bayangkan jika setiap generasi mampu dikader dengan sangat baik hingga kemahiran organisasinya terus meningkat, maka akan didapatkan:

X_{total} = x_1 x_2 x_3 x_4 x_5=1.1 \times 1.2 \times 1.02 \times 1.13 \times 1.4 = 2.13

Yang berarti generasi kelima kira-kira dua kali lipat lebih baik sejak generasi pertama. Bayangkan jika kaderisasi berjalan buruk maka:

X_{total} = x_1 x_2 x_3 x_4 x_5 = 1 \times 0.99 \times 0.95\times 0.8\times 0.97 = 0.73

Yang maknanya bisa Anda interpretasikan sendiri. Lihatlah, meskipun saya mencoba memodelkan proses kaderisasi hanya dengan proses perkalian sederhana, setidaknya cobalah untuk menangkap gagasan yang ingin saya sampaikan.

Proses kaderisasi yang tidak baik bisa menjadi lingkaran setan yang boleh jadi membuat rasio Xtotal akan konvergen menuju nol, sebuah nilai yang tak pernah diinginkan organisasi manapun. Jika sudah mencapai nol, perlu ada generation gap, atau break-and-reunite untuk merestorasinya.

Sadarilah, jangan pernah meremehkan proses kaderisasi yang kurang dari 1 meski hanya sepersekian saja. Sekalipun suatu generasi memiliki rasio 0.999999 (yang sudah mendekati 1), tetap jangan remehkan, sebab jika hal demikian terus dijalankan, rasio akan konvergen menuju nol sebagaimana teorema limit kalkulus:

\lim_{n\to\infty} 0.999999^n = 0

Jika sudah terlanjur pada rasio kurang dari 1. Maka jalan keluarnya adalah si generasi n tersebut harus berupaya ekstra mencari kemahiran di luar organisasinya sekarang. Ya bisa dengan mencari mentor baru, menjalin komunikasi dengan generasi yang rasionya lebih dari 1, dan lain-lain, tentu Anda seharusnya bisa cari sendiri.

Pesan saya adalah, pastikan diri Anda adalah generasi yang punya rasio lebih dari 1, bukan kurang dari 1. Kaderlah adik-adik Anda dengan baik, sayangilah mereka. Jika Anda ternyata dikader oleh kakak yang kurang mampu membimbing, bertekadlah untuk menjadi lebih dari 1. Bisa jadi kakak Anda bukannya tidak peduli, tapi tidak tahu bagaimana cara mengkader Anda, karena mereka pun bisa jadi tidak mendapatkan kaderisasi yang tepat pula.

Terlepas dari semua itu, model tetaplah model. Model proses perkalian yang saya kemukakan di atas tetaplah hanya pemodelan, tidak akan persis tepat dengan realita, sebagaimana model pada ilmu lain. Teman-teman mungkin saja merasa model saya kurang tepat untuk konteks yang lain, sama seperti model gerak Newton yang menjadi salah ketika kecepatan benda mendekati kecepatan cahaya. Sekali lagi, pahamilah gagasan yang ingin saya bangun, kaderlah yang baik, dan jadilah kader yang terbaik.

 

Ditulis oleh Rosmianto Aji Saputro (Teknik Elektro 2013)