Kajian Pendidikan di Awal Semester Baru

Sabtu pagi, 20 Agustus 2011, HATI ITB mengadakan Kumpul Akbar dalam rangka menyambut mahasiswa baru calon anggota HATI ITB 2011. Acara yang bertempat di selasar Labtek VI (TP. Rachmat) ini dihadiri oleh lebih dari 20 orang peserta, mengagendakan presentasi kajian tiap kelompok calon anggota dengan bahasan "Mengapa biaya pendidikan di Indonesia mahal?"

Andika Putra Permadi, salah seorang panitia penyelenggara, mengatakan bahwa acara ini merupakan rangkaian dari kegiatan Kaderisasi HATI 2011. Rangkaian tersebut sudah mulai dilaksanakan sejak pekan pertama masa perkuliahan tahun ajaran baru 2011-2012.

"Kejaran (target) dari acara ini adalah agar mahasiswa baru dapat mencari, mengumpulkan, dan menganalisa data dari lingkungan sekitarnya. Dari sana kemudian akan muncul sikap kritis, yang selanjutnya menjadi bekal untuk dapat membentuk budaya kajian," jelas mahasiswa Teknik Geodesi & Geomatika angkatan 2010 ini.

"Subhanallah, ternyata teman-teman peserta (mahasiswa baru) sudah bisa memberikan kajian yang cukup mendalam dengan sudut pandang yang berbeda-beda. Masing-masingnya menambah dan memperkaya wawasan bersama."

Acara dilanjutkan dengan pemaparan dari saudara Ridzki Maulana (Teknik Material 2008), selaku perwakilan HATI ITB, mengenai solusi Islam atas persoalan pembiayaan pendidikan.

"Islam mewajibkan kaum Muslim untuk belajar, menimba ilmu. Dan penguasa adalah gembala (pemimpin) bagi rakyatnya. Wajib bagi penguasa untuk menempatkan perkara pendidikan ini sebagai salah satu hak mendasar rakyat yang harus dipenuhi," paparnya.

"Terkait pembiayaan, ini terkait erat dengan penerapan aturan-aturan Islam di aspek-aspek lainnya, semisal politik pemerintahan dan ekonomi. Maka, bila benar menginginkan solusi Islam atasnya, perlu agar sistem Islam ditegakkan dan diberlakukan di seluruh aspek kehidupan individu, bermasyarakat, dan bernegara. Semua harus diatur dengan Islam."

Salah satu mahasiswa baru calon anggota, Akbar Pradipta, menyampaikan kesan dirinya yang mendapatkan pencerahan sekaligus motivasi untuk konsisten menjalankan dan memperjuangkan aturan-aturan Islam (syariah Islam) secara menyeluruh (kaffah).

Mahasiswa Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD) 2011 ini juga berharap agar massa kampus dapat paham tentang Islam sebagai ideologi, bukan sekedar spiritual religi.

"Teman-teman mahasiswa sudah selayaknya memahami bahwa Islam sejatinya mengatur seluruh aspek kehidupan sehari-hari kita. Tidak ada yang tidak diatur dalam Islam, termasuk soal pendidikan ini maupun perkara-perkara kemasyarakatan lainnya," ujarnya.

Acara ditutup sekitar pukul 12 siang, setelah adzan Zhuhur masjid Salman ITB terdengar sayup-sayup dari arah Selatan kampus. [ABC]

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*