DIBALIK PEMBATASAN SUBSIDI BBM

Reportase kajian Eksternal HATI dan PATRA

DIBALIK PEMBATASAN SUBSIDI BBM

Rabu, 7 Maret 2012 jam 16.00-18.00

Selasar Labtek VI lantai 2

Pembicara : Abrari Noor Hasmi ( HATI ) dan Safrian ( PATRA )

Moderator : Urwatulwusqo

Safrian dan Rhomadona

Pada dasarnya subsidi ditunjukan untuk meringankan beban masyarakat, tapi kita haarus meninjau dari berbagai sudut pandang agar kita bisa menyikapinya dengan benar. Dari data yang kami punya, Indonesia bukan lagi termasuk orang yang kaya minyak, sebagian besar kita masih mengimpor minyak karena kita hanya bisa memenuhu sebagian dari kebutuhan nasional. Dengan keadaan yang seperti itu, ketergantungan kita sangat minyak sangat besar dan sangat menghawatirkan karena sebagian besar sumur minyak minyak Indonesia dikelola oleh perusahaan asing dengan pembagian keuntungan yang lebih menguntungkan perusahaan asing. Selain itu, harga minyak di Indonesia sangat dipengaruhi oleh fluktuasi harga minyak dunia. Jika diakaitkan dengan subsidi, semakin tinggi harga minyak dunia, maka semakin besar beban subsidi yang akan ditanggung oleh pemerintah.

Kami setuju dengan adanya pebatasan subsidi BBM, karena beberapa alasan:

  • Kita kurang mandiri dalam hal minyak sehingga sangat bergantung pada harga minyak internasional dengan mengacu pada harga MOPS, ditambah lagi cadangan minyak Indonesia yang sedikit
  • Subsidi yang dianggarkan pemerintah susah untuk tepat sasaran
  • subsidi lebih baik maksimalkan peran bidang lain seperti perbaikan kualitas dan kuantitas alat transportasi masal

Abrari

Pembatasan subsidi BBM sebenarnya sudah diwacanakan oleh pemerintah jauh-jauh hari.  Alasan pemerintah untuk membatasi subsidi sebenarnya sangat meragukan, salah satu diantarnya adalah subsidi disebut membebani anggaran, padahal jika dibandingkan dengan pembayaran utang luar negeri Indonesia jauh lebih kecil. Selain itu ada yang salah dengan kebijakan dalam pengelolaan BBM, maraknya perusahaan asing di sector hulu menjadi boomerang bagi kita karena justru sekarang sebagian besar sumur minyak di Indonesia dikuasai asing. PERTAMINA selaku perusahaan pemerintah diperlakukan sama dengan perusahaan asing sehingga PERTAMINA semakin tersisihkan oleh perusahaan asing. Dalam pengelolaan PERTAMINA sendiri ada yang kurang beres, dalam proses pengelolaan minyak PERTAMINA dibagi menjadi beberapa perusahaan yang menangaini bagian yang berbeda. Dengan pemecahan seperti itu, akan membuat cost yang lebih besar lagi sehingga kinerja PERTAMINA sering terlihat tidak efisien.

Dampak yang ditimbulkan sangat luar biasa terhadap rakyat, dengan kenaikan harga-harga yang akan mencekik perekonomian mereka. Sebenarnya dibalik pembahasan subsidi ini ada agenda besar dari pihak-pihak tertentu yaitu liberalisasi sector migas. Mengenai cadangan minyak Indonesia yang sedikit, sebenarnya sederhana nya kita gabungkan seluruh Negara-negara muslim yang mempunyai cadangan yang banyak. Dengan begitu cadangan minyak yang besar tidak hanya dikuasai segelintir Negara yang kecil.

Tanggapan forum

Muhammad Yorga Permana ( kastrat KM )

Kedua pembicara memberikan gagasan dari sudut pandang yang berbeda PATRA dari sisi akademis sedangkan HATI dari sisi idiologis. Mengenai bergabungnya semua Negara muslim saya setuju tapu masalahnya adalah bagaimana cara menuju kesana. Hal itu harus jelas terlebih dahulu. Mengapa solusi dalam permasalahan minyak ini harus dengan pemotongan subsidi? Dengan seperti itu masyarakat nantinya akan lebih memilih untuk membeli BBM dari SPBU asing, bukankah itu justru akan lebih merugikan PERTAMINA?

PATRA => uang  dari penghematan subsidi dipakai untuk menalangi biaya2 yg naik seiring naikna bbm.

Tetapi pada kenyataannya, korupsi lah yang membuat semua itu tidak berjalan dengan baik atau permasalahn idiologi dari pemangku kekuasaan. Masalah SPBU sebenarnya bisa diatasi dengan mengatur nilai oktan premium dan pertamax agar kualitasnya lebih meningkat. Menurut kami justru bnyaknya pesaing akan membuat PERTAMINA lebih meningkatkan kapasitasnya sebagai sebuah perusahaan. Kompetisi akan meningkatkan kualitas.

HATI =>   solusi dari permasalahan BBM tidak cukup hanya dengan pemecahan masalah teknis tapi harus ada pemecahan ideologis. Mengenai cadangan minyak Indonesia yang sedikit, sebenarnya sederhana nya kita gabungkan seluruh Negara-negara muslim yang mempunyai cadangan yang banyak. Dengan begitu cadangan minyak yang besar tidak hanya dikuasai segelintir Negara yang kecil.

Yoga ( OS 2008 )

Masyarakat kita masih berdaya beli kurang sehingga banyak membeli BBM bersubsidi. Kalau pun harga naik, sebenarnya harganya masih dibawah harga spbu asing. Tidak apa-apa subsidi dikurangi tapi diganti dengan kompensasi yang lain seperti BLT, pengembangan energy terbarukan, membantu administrasi angkot. Pastikan janji-janji pemerintah harus ditepati.

PATRA => kita perlu monitoring agar kebijakan berjalan sesuai rencana, jangan sampai pemerintah hanya sekedar memberikan janji-janji palsu. Pengurangan subsidi tidak serta merta realokasi untuk menggendutkan rekening. Kompensasi dari subsidi BBM adalah meningkatkan kapasitas dan kualitas dari transportasi massal. Harusnya ada BBG sebagai pengganti, kita juga harus menjaga ketergantungan terhadap minyak mengingat cadangan minyak kita yang sudah menipis

HATI ( Adit ) => Jika kita hanya fokus pada tataran teknis maka kita tidak akan berkembang dari segi pemikiran. Kita hanya jadi pengguna tanpa menguasai. Jika seperti itu akan memakan waktu lama dan tidak effektik. Supaya effektif jangan hanya mengkritisi dalam segi teknis, kita harus tahu akar masalahnya.

Adi ( sospol cabinet )

Rakyat Indonesia masih sedikit yang menikmati BBM. Pembatasan subsidi BBM bertentangan dengn UUD 45. Ini indikasi yang aneh, karena jika ini dilakukan akan memperberat kehidupan masyarakat. Usulan pemerintah : akan menaikan harga sebesar 1500 atau menaikan secara fluktuatif sesuai dengan harga pasar. Program yang dilakukan pemerintah belum tentu akan berjalan efektif dan cara berjalan cepat. Cobalah lihat dari lapisan masyarakat yang lebih bawah jangan terlena oleh kesenangan yang didapat sebagai mahasiswa.

Yorga : mahasiswa sebagai moral intelektual. Mahasiswa harus mengambil peran itu dengan menolak pembatasan BBM agar bisa menjaga kestabilan rakyat. Kebijakan masih ngambang, program BBG belum sustain tapi subsidi BBM sudah dicabut. Ini sangat berbahaya untuk stabilitas masyarakat.

HATI => semua ini terjadi karena pemerintah dipengaruhi oleh kapitalisme ditambah moral para pejabat yang kurang baik. Sumber permasalahannya adalah system kapitalisme. Dari segi kebijakan melalui undang-undang misalnya UU no 22/2001 yang membolehkan pengaturan kegiatan usaha hulu dan hilir oleh pihak swasta baik dari dalam neberi maupun luar negeri. Pandangan ISLAM tentang BBM diawali dari konsep kepemilikan. Sebenarnya BBM ini milik siapa? Rakyat atau Negara. Dalam hal ini BBM adalah milik umum sehingga hasil pengelolaannya harus kembali pada rakyat dan dikelola oleh Negara.  Pembiayaan penyediaan BBM ditanggung oleh harta kepemilikan umum, harta perorangan, harta Negara dan pajak.  Walaupun tidak setuju, tapi tidak menutup kemungkinan untuk diversifikasi energy non BBM.

Patra -> syarat nasionalisasi adalah cadangan dalam negeri dan kapal dari dalam negeri. Karena jika cadangan kurang, maka akan terjadi instabilitasi. Jika nasionalisasi, kita butuh belajar lagi tentang teknologi. Perlu ada jaminan agar kondisi perminyakan lebih stabil. Daripada lapangan ini nganggur mending masukan investor asing untuk mengolah sumur minyak. Kalau darin akar masalah dapat dilihat dari system dan yang menjalankan system. Ketikan di pemerintahan kita sulit mempertahankan idiologi. Menurut saya kita rubah dua-duanya dari mulai memberantas koruptor terus mengubah system. PERTAMINA bisa berkembang bila ada persaingan dengan perusahaan lain. Memang betul pembatasan subsidi akan menyengsarakan rakyat, tapi kasian juga kalau menderitanya mereka jadi bertambah panjang. Kita harus memanfaatkan hal-hal lain yang diberikan Allah kepada kita seperti sumber energy lain.  Kenaikan harga dapat mengurangi permintaan BBM. Tugas mahasiswa adalah mencari kebenaran ilmiah.

Yoga ( OS 08 )

Apakah jika energy lain yang dikembangkan siapa yang menjalankan?

PATRA => Sekarang diusahakan untuk siap, dan yang mengelola kemungkinan dari asing tapi tetap dalam monitoring pemerintah.

Closing Statement

PATRA

mendukung subsidi untuk mendayagunakan potensi dan menghindari ketergantungan dan supaya kita bisa fokus untuk mengembangkan energy terbarukan. Lebih baik sakit sekarang daripada sakit berkepanjangan akibat ketergantungan terhadap BBM yang cadangannya makin sedikit.

HATI

kita harus berfikir out of the box. Cari solusi yang ideologis agar penyelesaian dapat menyeluruh ke segala aspek. Kita harus menyadari bahwa ada kepentingan asing dibalik pembatasan BBM ini. Jangan sampai kebijakan yang dibuat pemerintah justru akan mengorbankan masyarakat karena pada dasarnya pemerintah ada untuk melayani rakyatnya.

bbm

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*