Tamasya Bunaken Edisi 9 Mei 2014 "Fenomena Pedofilia dan Solusi Islam atas hal tersebut"

Dewasa ini, di Indonesia, ada sebuah fenomena yang sedang ramai dibicarakan oleh media-media, yaitu kasus kekerasan anak di JIS (Jakarta International School). Seiring berkembangnya fenomena tersebut, ada satu fenomena lagi yang terangkat ke media massa, yaitu kasus Emon, di mana pusat pembicaraan fenomena tersebut adalah mengenai pedofilia, kekerasan seksual pada anak. Hal ini menunjukkan suatu hal, yaitu terjadinya kerusakan di masyarakat kita. Pedofilia merupakan perilaku seksual yang menyimpang. Dalam hal ini, kasus pedofilia terjadi karena sang predator pada masa kecil pernah menjadi korban pedofilia, sehingga sang predator tersebut mendapatkan informasi bahwa untuk memenuhi kebutuhan seksual, maka ia perlu melakukan pedofilia. Islam mengatur dan memberikan solusi atas permasalahan ini, di mana ada tiga aspek yang dilibatkan, yaitu

  1. Aspek individu. Masalah pada individu muncul karena paham sekularisme yang membuat orang dapat mengekspresikan kebebasan tanpa batasan. Solusi Islam dalam hal ini adalah bahwa penyaluran naluri seksual hanya dilakukan dalam hal keberlangsungan keturunan (Al Baqarah 233) dan menanamkan keimanan dan ketakwaan individu kepada Islam.
  2. Aspek masyarakat. Solusi Islam dalam hal ini adalah pelarangan konsumsi seksualitas (pornografi) dalam kehidupan umum (publik) secara preventif dan menghilangkan naluri seksualitas yang sembarangan di masyarakat. Selain itu, mempermudah pernikahan pun merupakan solusi Islam.
  3. Aspek negara. Solusi Islam dalam hal ini adalah pemberian sanksi kepada orang-orang yang melakukan perilaku seksual yang menyimpang. Solusi ini merupakan solusi terakhir.

Seluruh solusi Islam ini tentunya memiliki hikmah bagi umat mengingat solusi Islam memiliki efek sebagai berikut.

  1. Efek penebus. Orang yang sudah diberi sanksi di dunia tidak akan dihisab di akhirat.
  2. Efek pencegah. Solusi Islam memiliki efek untuk umat agar umat tidak melakukan kemaksiatan.

Kedua hal ini tidak ada dalam sistem sekuler. Itulah solusi Islam atas fenomena yang terjadi saat ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*